
Les Sempoa Alat Peraga Olimpiade Matematika
Dari ketiga gambar di atas apakah ada hubungannya dengan kewirausahaan???
Secara sederhana arti kewirausahaan (entrepreneur) adalah orang yang berjiwa berani mengambil risiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan. Berjiwa berani mengambil risiko artinya bermental mandiri dan berani memulai usaha tanpa diliputi rasa takut atau cemas sekalipun dalam kondisi tidak pasti. (Kasmir, 2007:18). Dari pengertian tersebut, ciri-ciri dan watak seorang wirausahawan diantaranya:
- Percaya diri, yaitu keyakinan, ketidaktergantungan, optimisme
- Berorientasi pada tugas dan hasil, yaitu kebutuhan untuk berprestasi, berorientasi laba, ketekunan, dan ketabahan, tekad kerja keras, mempunyai dorongan kuat, energik, dan inisiatif.
- Pengambilan risiko, yaitu kemampuan untuk mengambil risiko yang wajar dan suka tantangan.
- Kepemimpinan , yaitu perilaku sebagai pemimpin, bergaul dengan orang lain, menanggapi saran-saran dan kritik.
- Keorisinilan, yaitu inovatif, kreatif, serta fleksibel.
- Berorientasi ke masa depan , yaitu pandangan atau kemampuan membangun perspektif ke depan .
Sebagai seorang matematikawan apakah kita sudah berjiwa entrepreneur? Selama ini masih banyak orang yang menganggap bahwa matematika sangat jauh dari bidang kewirausahaan. Masih jarang bidang kewirausahaan yang benar-benar dapat “menjual” matematika. Kurang terdengarnya kewirausahaan yang berhubungan dengan Matematika salah satu penyebabnya adalah kurangnya kemasan usaha-usaha dalam ”menjual” Matematika. Berikut beberapa bentuk kemasan yang dapat diupayakan, diantaranya:
- Bimbingan Belajar Matematika ”Plus”
Usaha menjual Matematika yang relatif mudah dilakukan adalah bimbingan belajar. Usaha ini cukup menjanjikan terutama pada ”masa-masa sekolah”. Walaupun pada usahanya hanya terbatas melatih kemampuan ber-Matematik, relatif usaha ini masih tetap berjalan. Tetapi untuk lebih berdaya jual, mau tidak mau harus dilakukan inovasi pengemasannya. Dengan adanya ”embel-embel” plus di dalam pelaksanaan bimbingan, tentu saja akan meningkatkan nilai jual dari bimbingan belajar yang ada. Plus yang dilekatkan tentu saja yang diprioritaskan yang dapat memperkaya kemampuan Matematika, seperti: mental aritmatik, metode berhitung, penggunaan media pengaya, dan sebagainya. Tetapi tidak tertutup kemungkinan plus-plus yang tidak berhubungan langsung dengan kemampuan Matematika, seperti ruangan yang nyaman, akses internet, dan sebagainya.
- Alat Peraga atau Media Pebelajaran Matematika
Usaha berikutnya yang dapat digunakan untuk menjual Matematika adalah membuat alat peraga atau media pembelajarannya. Usaha ini juga cukup banyak yang melakukan baik yang masih konvensional sampai yang sudah memanfaatkan teknologi ”canggih”/ informasi. Tentu saja adanya kemasan yang lebih menjanjikan dapat meningkatkan nilai jual dari alat peraga atau media pembelajaran yang diusahakan.
- Matematic Events
Selain ”menjual langsung” Matematika, ada beberapa usaha yang lebih elegan dan menjanjikan, yaitu membuat kegiatan ”menjual tidak langsung” matematika. Maksudnya, yang dijual sesungguhnya adalah kegiatannya, sedangkan Matematika untuk memberikan nilai lebih bagi ”pembelinya”. Banyak ragam Mathematics Event yang dapat dijadikan sebagai usaha, seperti: cerdas cermat Matematika, Olimpiade Matematika,Wisata Matematika, Penemuan (Discovery) Matematika, dan sebagainya.
Dari paparan di atas kiranya dapat membuka wacana pemberdayaan Matematika dan ”menjualnya” di dalam upaya menggalakkan kewirausahaan. Sesungguhnya peluang terbuka lebar. Tinggal siapa cepat menangkapnya maka dia yang akan memetik hasil ”lebih”.
Wah ternyata Matematika dekat dengan kewirausahaan juga ya? Mari kita mulai mencoba untuk berwirausaha, mulai dari sekarang juga !!!
Sumber : Makalah Seminar Entrepreneur Nasional, UNY 2009
Oleh Bapak Bambang Sumarno HM
