Author Archive

Jika sebelumnya Bapak Bambang pernah meminta mahasiswanya untuk membayangkan dua benda yang tidak saling berhubungan, maka pada kesempatan lain pula beliau meminta mahasiswanya untuk mencari benda-benda yang mempunyai kemiripan (boleh bentuk atau fungsinya), kemudian carilah perbedaannya. Maka jawaban saya sebagai salah satu mahasiswanya adalah:

1. Mobil, sepeda, sepeda motor, pesawat terbang, becak, kereta api, perahu, bajaj, truk, delman, balon terbang, helikopter, kapal selam, rakit, dan jetsky.

Benda-benda tersebut memiliki kemiripan fungsi yaitu sebagai alat transportasi.

Perbedaan:

  • Mobil, sepeda motor, becak, kereta api, bajaj, truk, delman adalah alat transportasi darat.
  • Pesawat terbang, balon terbang, helikopter adalah alat transportasi udara.
  • Perahu, kapal selam, rakit, dan jetsky adalah alat transportasi laut (di atas air).

Dari masing-masing kelompok tersebut juga masih banyak perbedaannya antara lain:

Mobil, sepeda motor, kereta api, bajaj truk dijalankan dengan mesin.

Sepeda, becak, delman dijalankan tanpa mesin.

v      Mobil bisa membawa 6-8 penumpang, sepeda motor hanya 2-3 saja, sedangkan kereta api lebih banyak tergantung jumlah gerbong ( 100 penumpang pun bisa), bajaj juga dapat membawa 2-3 orang tapi berbeda dengan sepeda motor. Kalau sepeda motor beroda dua, sedangkan bajaj beroda tiga.

v      Sepeda dan becak dijalankan dengan tenaga manusia ( sepeda beroda dua, becak beroda tiga) sedangkan delman dijalankan dengan kuda, dan masih banyak lagi perbedaannya.

2. Ransel, koper, tas selempang, tas jinjing

Benda-benda tersebut mempunyai kemiripan fungsi yaitu sebagai tempat untuk menyimpan/ membawa barang.

Perbedaan :

Ransel : cara membawanya digendong, ukuran biasanya agak besar, biasanya untuk membawa barang-barang banyak/ agak besar.

Koper : cara membawanya dijinjing atau didorong, lebih dikhususkan untuk membawa pakaian.

Tas selempang : cara membawanya diselempangkan di pundak, biasanya untuk membawa barang-barang kecil ( tidak terlalu banyak).

Tas jinjing : cara membawanya dengan cara dijinjing, contohnya tas belanja atau tas tangan untuk para ibu-ibu ( biasanya bentuknya kecil seperti dompet).

3. Contoh lain seperti sabun mandi, sabun cuci, sampo, pembersih lantai, dan  pembersih kaca atau cerek, kuali, panci, dan teflon.  Kemiripan fungsi serta perbedaannya tentu mudah disebutkan.

Dalam perkuliahan Kewirausahaan, Bapak Bambang pernah mengajarkan bahwa menjadi wirausahawan harus kreatif dan inisiatif.

Selain itu, seorang wirausahawan juga harus berani tampil beda dan menarik. Wirausahawan sejati mempunyai cara memandang yang berbeda tentang suatu benda dan dia akan memberikan nilai yang lebih pada benda itu.

Suatu saat mahasiswa diminta untuk menyebutkan dua benda yang tidak saling berhubungan. Misalnya bantal dan jam. Setelah itu mahasiswa diminta menggunakan dua benda tersebut sehingga menjadi suatu produk yang unik. Sebagai wirausahawan, tentu saja harus kreatif membentuk produk baru yang unik. Sebagai contoh:

1. Jam berbentuk bantal

Mungkin bisa berupa jam dinding yang bentuknya segi empat menyerupai bantal. Fungsinya tetap sebagai jam, hanya bentuknya yang menyerupai bantal.

2. Jam bergambar bantal

Pada jam tersebut ada gambar bantalnya.

3. Bantal berbentuk jam

bantal yang bentuknya seperti jam. Mungkin ada angka 1-12 seperti angka yang ada pada jam. Fungsinya tetap sebagai bantal hanya bentuknya menyerupai jam misalnya bentuk  jam dinding atau jam tangan.

4. Bantal bergambar jam

Bisa berarti pada sarung bantalnya tersebut ada gambar jamnya.

5. Bantal yang berfungsi juga sebagai jam atau jam yang berfungsi juga sebagai bantal.

Ketika malam-malam orang ingin tahu waktu telah menunjukkan pukul berapa, tinggal melihat bantal saja. Ia tidak harus susah-susah bangun, kemudian mungkin menyalakan lampu dulu dan baru mencari letak jam ada di mana. Bantal ini juga bisa berfungsi sebagai alarm. Jadi untuk sebagian orang yang susah bangun, bantal ini bisa menjadi solusi atas  masalahnya tersebut. Bantal ini menggunakan angka digital sehingga orang tidak perlu melihat jarum panjang atau jarum pendek terlebih dahulu untuk menentukan waktu. Hal ini tentunya lebih memudahkan. Angka-angka yang menunjukkan waktu tersebut bercahaya/bersinar sehingga ketika lampu dimatikan, angka-angka pada bantal bisa tetap terlihat.

Tentunya masih banyak lagi produk hasil gabungan dari bantal dan jam yang lain dan tugas wirausahawan adalah mengembangkannya se-kreatif mungkin.

ESEs Goreng

Nama produk dalam berwirausaha sangatlah penting. Dari nama tersebut dapat menggambarkan produk apa yang akan ditawarkan kepada konsumen. Nama produk haruslah menarik, unik, mudah diingat, atau yang menggelitik hati. Nama produk yang baik haruslah mencerminkan produk apa yang dijual. Selain itu nama yang baik juga dapat membuat konsumen penasaran setelah mendengarnya.

Sebagai contoh, ”ES GORENG”. Semua orang yang baru pertama mendengar nama tersebut past merasa aneh dan tidak percaya. Mana mungkin ada es yang digoreng . sebagian besar dari mereka pasti untuk mencoba produk tersebut. Apalagi harganya terjangkau, pastinya orang tidak akan berpikir dua kali untuk segera mencobanya. Harga yang hanya seribu rupiah disertai kemampuan penjualnya dalam menarik massa membuat Es Goreng ini laris manis. Ternyata es goreng ini bentuknya seperti es lilin tapi lebih panjang dan lebih empuk (tidak keras seperti es batu). Biasanya satu batang es ini dipotong menjadi dua kemudian ditusuk salah satu ujungnya (sebagai tempat memegang). Setelah itu es dicelupkan ke dalam coklat cair. Supaya coklat cair tersebut cepat kering maka es diputar-putar di atas panci yang beruap. Yang dimaksud menggoreng di sini bukan menggoreng dalam minyak goreng tapi digoreng di atas uap. Aneh bukan??? Kalau Anda juga tertarik ingin mencobanya datang saja ke Sunday Morning UGM (Sunmor). Biasanya ada di sebelah utara Masjid Kampus UGM. Selamat mencoba!!

Berbicara tentang kewirausahaan, biasanya orang akan mencari sesuatu yang unik atau bahkan aneh. Unik dan aneh di sini dimaksudkan supaya produknya berbeda dengan yang lainnya. Dari sesuatu yang aneh inilah orang akan penasaran kemudian tertarik untuk mengetahui lebih dalam produk tersebut.

Jika kita berbicara tentang fungsi pensil, tentu orang akan berfikir fungsi pensil adalah untuk menulis/ menggambar. Padahal sebenarnya pensil bisa berfungsi untuk menggaruk, mengaduk, memukul, mengganjal jendela, untuk sumpit, untuk tusuk konde, dll. Dari gambaran di atas dapat disimpulkan bahwa seorang wirausahawan harus mampu menghasilkan produk yang unik yang mungkin fungsinya tidak seperti biasanya. Hal ini menjadi salah satu trik untuk menimbulkan rasa penasaran para konsumen. Berikut beberapa contoh produk unik:

MACAM-MACAM PAYUNG

payug7Payung binatang : Payung untuk binatang peliharaan agar tidak kehujanan

payung3Payung pundak : Tanpa harus dipegangi

payung5

Payung golf : Bisa untuk tongkat golf

payungPayung berdiri : Bisa berdiri

pyung4Payung duduk : Bisa dipakai untuk duduk

MACAM-MACAM TAS TANGAN

tas2Tas tangan bentuk sepatu

tas3Tas tangan bentuk keyboard

tas4Tas tangan bentuk tape recorder

tas5Tas tangan bentuk anjing

tasTas tangan bentuk senjata

TEMPAT SEPATU

sepeda sepatuTempat sepatu bentuk sepeda

BENTUK HELM

helmHelm model semangka

Sumber : toxel.com

sempoa alat peraga olimpiade

Les Sempoa                        Alat Peraga                    Olimpiade Matematika

Dari ketiga gambar di atas apakah ada hubungannya dengan kewirausahaan???

Secara sederhana arti kewirausahaan (entrepreneur) adalah orang yang berjiwa berani mengambil risiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan. Berjiwa berani mengambil risiko artinya bermental mandiri dan berani memulai usaha tanpa diliputi rasa takut atau cemas sekalipun dalam kondisi tidak pasti. (Kasmir, 2007:18).  Dari pengertian tersebut, ciri-ciri dan watak seorang wirausahawan diantaranya:

  • Percaya diri, yaitu keyakinan, ketidaktergantungan, optimisme
  • Berorientasi pada tugas dan hasil, yaitu kebutuhan untuk berprestasi, berorientasi laba, ketekunan, dan ketabahan, tekad kerja keras, mempunyai dorongan kuat, energik, dan inisiatif.
  • Pengambilan risiko, yaitu kemampuan untuk mengambil risiko yang wajar dan suka tantangan.
  • Kepemimpinan , yaitu perilaku sebagai pemimpin, bergaul dengan orang lain, menanggapi saran-saran dan kritik.
  • Keorisinilan, yaitu inovatif, kreatif, serta fleksibel.
  • Berorientasi ke masa depan , yaitu pandangan atau kemampuan membangun perspektif ke depan .

Sebagai seorang matematikawan apakah kita sudah berjiwa entrepreneur? Selama ini masih banyak orang yang menganggap bahwa matematika sangat jauh dari bidang kewirausahaan. Masih jarang bidang kewirausahaan yang benar-benar dapat  “menjual” matematika. Kurang terdengarnya kewirausahaan yang berhubungan dengan Matematika salah satu penyebabnya adalah kurangnya kemasan usaha-usaha dalam ”menjual” Matematika. Berikut beberapa bentuk kemasan yang dapat diupayakan, diantaranya:

  • Bimbingan Belajar Matematika ”Plus”

Usaha menjual Matematika yang relatif mudah dilakukan adalah bimbingan belajar. Usaha ini cukup menjanjikan terutama pada ”masa-masa sekolah”. Walaupun pada usahanya hanya terbatas melatih kemampuan ber-Matematik, relatif usaha ini masih tetap berjalan. Tetapi untuk lebih berdaya jual, mau tidak mau harus dilakukan inovasi pengemasannya. Dengan adanya ”embel-embel” plus di dalam pelaksanaan bimbingan, tentu saja akan meningkatkan nilai jual dari bimbingan belajar yang ada. Plus yang dilekatkan tentu saja yang diprioritaskan yang dapat memperkaya kemampuan Matematika, seperti: mental aritmatik, metode berhitung, penggunaan media pengaya, dan sebagainya. Tetapi tidak tertutup kemungkinan plus-plus yang tidak berhubungan langsung dengan kemampuan Matematika, seperti ruangan yang nyaman, akses internet, dan sebagainya.

  • Alat Peraga atau Media Pebelajaran Matematika

Usaha berikutnya yang dapat digunakan untuk menjual Matematika adalah membuat alat peraga atau media pembelajarannya. Usaha ini juga cukup banyak yang melakukan baik yang masih konvensional sampai yang sudah memanfaatkan teknologi ”canggih”/ informasi. Tentu saja adanya kemasan yang lebih menjanjikan dapat meningkatkan nilai jual dari alat peraga atau media pembelajaran yang diusahakan.

  • Matematic Events

Selain ”menjual langsung” Matematika, ada beberapa usaha yang lebih elegan dan menjanjikan, yaitu membuat kegiatan ”menjual tidak langsung” matematika. Maksudnya, yang dijual sesungguhnya adalah kegiatannya, sedangkan Matematika untuk memberikan nilai lebih bagi ”pembelinya”. Banyak ragam Mathematics Event yang dapat dijadikan sebagai usaha, seperti: cerdas cermat Matematika, Olimpiade Matematika,Wisata Matematika, Penemuan (Discovery) Matematika, dan sebagainya.

Dari paparan di atas kiranya dapat membuka wacana pemberdayaan Matematika dan ”menjualnya” di dalam upaya menggalakkan kewirausahaan. Sesungguhnya peluang terbuka lebar. Tinggal siapa cepat menangkapnya maka dia yang akan memetik hasil ”lebih”.

Wah ternyata Matematika dekat dengan kewirausahaan juga ya? Mari kita mulai mencoba untuk berwirausaha, mulai dari sekarang juga !!!

Sumber : Makalah Seminar Entrepreneur Nasional, UNY 2009

Oleh Bapak Bambang Sumarno HM

rental komputer rental VCD

Rental komputer                  Rental VCD

laundry fotokopi

Laundry                                   Foto Kopi

Gambar di atas adalah beberapa bisnis yang sekarang sedang banyak diminati oleh para wirausahawan.

Persiapan Membuat Sebuah Bisnis

1. Business Concept / Ide Cerdik

Menentukan jenis bisnis yang akan diambil, dengan mencermati kebutuhan pasar dan juga melakukan gebrakan yang inovatif adalah salah satu faktor penentu keberhasilan sebuah konsep bisnis yang akan diambil. Ide cerdik bisa berasal dari pikiran kita sendiri, tetapi bisa juga berasal dari ide orang lain yang kita kembangkan sehingga memiliki sesuatu nilai lebih yang bisa menarik minat pasar.

Contoh bisnis kreativ:

  • Fotokopi
  • Rental VCD / DVD
  • Rental computer
  • Laundry
  • Bisnis jasa, dll

2. Mengkaji Bisnis Concept

Mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk memulai usaha, baik dari permodalan dan sarana yang dibutuhkan dan juga system administrasi dari operasional dan keuangan, mulailah dengan sesuatu yang sederhana saja.

Jangan terlalau terburu nafsu untuk mengembangkan sebuah bisnis, tetapi mempertimbangkan apakah bisnis yang kita ambil bisa memberikan keuntungan yang nantinya bisa membiayai biaya operasional kita. Karena saat kita memulai usaha kita pasti ingin secepatnya bisa berkembang.

3. Membuat Dokumen Bisnis

Selalu membuat catatan mengenai kinerja kita setiap hari, dan menyimpan seluruh file ataupun berkas bisnis kita. Dokumen bisnis yang lengkap akan sangat membantu kita nantinya dalam menyusun pedoman teknis operasional usaha kita.

4. Action / Launcing

Sebagian orang selalu berfikir: untung atau rugi ya? Operasional nantinya gimana  ? Kalau A… kalau terjadi B…. seumpama C dan nanti kalau D…. bagaimana ya?

Berfikir memang bagus tetapi lebih bagus lagi apabila kita berfikir cepat, karena peluang itu tidak akan datang dua kali. Saat kita berfikir, ribuan orang mungkin juga sedang berfikir hal yang sama. Tidak ada action artinya kita harus siap menunggu penyesalan.

5. Membuat Sistem Monitoring & Controlling

Monitoring dan controlling adalah dua hal yang sangat penting saat bisnis kita sudah berjalan. Sistem monitor dan kontrol yang bagus akan sangat menentukan keberhasilan bisnis kita nanti. Banyak orang yang terlena saat bisnis mereka sedang berkembang tetapi mengabaikan kedua sistem yang sebenarnya sangat vital ini. Kedua sistem tersebut harus selalu mendampingi kita dalam menjalankan usaha.

Sumber: Makalah Seminar Sosialisasi Dunia Kerja Mahasiswa FMIPA UNY, 3 November 2009

Oleh Febri Triyanto S.Si

tela tela


Banyak orang mengatakan “Wah yang punya Tela Tela itu orang yang beruntung, gara-gara jualan singkong berpenghasilan 2-3 Milyard perbulan”. Akan tetapi menurut Febri Triyanto, pemilik Tela Tela mengatakan bahwa “Dalam kamus kami, tidak ada kata beruntung, yang ada hanyalah kita dapat mempergunakan kesempatan yang ada sebaik mungkin dengan usaha yang keras.”

Secara umum, sukses adalah suatu hal penting yang dicari dan diusahakan  oleh setiap orang. Sukses bisa berarti kemakmuran, kebahagiaan, dan keluarga yang sejahtera. Secara lebih spesifik, sukses adalah perjalanan. Sukses dapat berbeda-beda menurut setiap orang, tapi perjalananya sama. Sukses bukanlah sebuah tujuan, melainkan sebuah perjalanan.

Berwirausaha adalah sebuah cara untuk menempuh perjalanan sukses. Berwirausaha adalah salah satu perjalanan sukses yang paling berat karena tantangan dan resiko yang dihadapi lebih besar dibandingkan dengan bekerja di perusahaan dengan harapan mendapatkan bayaran yang pasti.

Sukses berwirausaha menjanjikan kesejahteraan, penghasilan yang layak, menejemen waktu yang lebih fleksibel, penghargaan dari masyarakat, dan kesempatan menciptakan lapangan pekerjaan. Dalam mencapai kesuksesan harus memiliki: 1. passion (semangat), 2. kreativitas, 3. visi & misi, 4. action (tindakan).

DIBALIK KESUKSESAN TELA TELA

1. Unik

Tela Tela adalah produk makanan yang unik, belum ada yang menjualnya secara komersial dan massal. Kalaupun ada mereka gagal untuk memperkenalkan produk secara luas kepada masyarakat.

2. Menjadi Yang Pertama

Menjadi yang pertama adalah sangat strategis dalam dunia bisnis. Meskipun banyak orang yang mengatakan bahwa strategi ”menjadi yang pertama” adalah strategi yang ketinggalan jaman, tetapi hal tersebut masih efektif bagi Tela Tela. Biasanya orang hanya akan mengingat yang pertama atau terakhir. Misalnya ada pertanyaan siapakah astronaut ketiga yang mendarat di bulan? Pastinya jarang orang yang mengetahui. Tetapi apabila pertanyaannya adalah astronaut pertama yang menginjakkan kaki di bulan, maka banyak orang yang mengetahui jawabannya.

3. Low Cost Low Price

Tela Tela menggunakan strategi biaya rendah dengan cara menekan biaya di semua aspek aktifitas perusahaan. Termasuk mengapa memilih bahan baku singkong karena faktor harga singkong yang murah dan ketersediaannya yang sangat melimpah.

4. Model Bisnis Yang Inovatif

Menggunakan model bisnis waralaba sehingga terjadi pembagian keuntungan yang adil dan memuaskan antara pihak franchisee, master franchisee (agen wilayah), dan franchisor.

  • Franchisee mengambil keuntungan dari penjualan langsung dari produk Tela Tela ke konsumen.
  • Master franchisee (agen wilayah) mengambil keuntungan dari penjualan bahan baku Tela Tela siap goreng, bumbu, dan packing kepada franchisee dan royalty sebesar 3 % dari omzet penjualan kotor franchisee.
  • Franchisor mengambil keuntungan dari penjualan bumbu dan packing kepada master franchisee dan royalty sebesar 3% dari omzet penjualan kotor franchisee.

5. Kecepatan

Kecepatan dalam melakukan penetrasi ke pasar disamping mempercepat perkembangan jumlah outlet juga akan meminimalkan pebisnis lain yang ingin meniru Tela Tela. Kecepatan dalam membuat outlet Tela Tela ditunjang oleh strategi keuangan perusahaan.

6. Alternative Financing

Mencari sumber-sumber pinjaman tapi dengan perhitungan yang matang dan sudah bisa dipastikan mereka sanggup untuk membayarnya karena untuk mencari pinjaman dengan jalur yang formal sudah tidak bisa lagi dilakukan.

  • Outlet Tela Tela yang pertama dibiayai oleh kartu kredit.
  • Outlet  Tela Tela no.3 dibiayai oleh toko elektronik.
  • Penjualan franchisee yang fleksibel di awal perkembangan Tela Tela.
  • 3 Outlet Tela Tela dibiayai oleh investor pasif.

7. Tim Manajemen Yang Kuat

Membangun tim manajemen yang kuat adalah sebuah keharusan yang mutlak karena tidak mungkin seorang wirausaha mengurusi semua permasalahan yang ada di perusahaan. Tim menejemen harus berisi orang-orang toleran, dapat bekerja bersama orang lain.

8. Business Leadership

Seorang wirausahawan harus selalu mengikuti perkembangan yang terjadi di dunia bisnis ataupun politik karena semua faktor eksternal dapat berpengaruh terhadap bisnisnya. Kenaikan harga minyak goreng yang mencapai 200% menyebabkan menipisnya keuntungan yang didapat oleh outlet Tela Tela.

Sebagai seorang business leader, seorang wirausaha harus mampu memecahkan masalah-masalah yang ada di perusahaannya dan membantu perusahaan mengarungi samudera dunia bisnis yang penuh dengan intrik dan persaingan bisnis yang keras.

9. Doa

Manusia mempunyai kewajiban untuk berusaha, tetapi Tuhanlah yang akan menentukan sukses atau tidaknya usaha kita. Karena itu berdoa dan memohon kepada Yang Maha Kuasa adalah kewajiban kita sebagai umat beragama.

Sumber : Makalah Seminar Kewirausahaan di UNY tahun 2008

Oleh Febri Triyanto S.Si

Welcome to Blog Matematika UNY. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Category: Uncategorized  | One Comment